Saatnya diri perlu berbalik melihat dan menakar kembali pada titik keseimbangannya…Limpahan kesenangan, kebahagian perlu dikontrol… tidak sebanding rasa yang dialami bila semua itu berbalik arah…
Rasakan semua bentuk KEBAHAGIAAN itu dalam hati yang SANTUN.. tidak dilakukan dengan rasa yang LEBIH dari yang lain… selain akan membuat iri dan ketidaknyamanan bagi yang lain, juga tentunya semua itu hanyalah sebuah TITIPAN yang oleh kuasaNYA bisa saja diberikan pada siapapun… Jadi, mengapa harus MEMBANGGAKAN DIRI mengasahnya merebut RASA LEBIH yang TUHAN miliki… Masih banyaklah dari DIRI yang perlu dipertanyakan …mengapa menjauhkan hati dari rasa keteduhannya dengan membuatnya kecewa menyalip banyak kata santun dan rasa hormat kita pada sesama yang belum sempat menyentuh nilai lebih itu...
jika sekiranya kita mampu mengolahnya menjadi lebih sesuai dengan kodrat “diri” kita. Tidakkah semua rasa itu menjadi UJIAN yang mendorong kita bisa mendapatkan derajat yang lebih baik.
…bila perlu tertawa maka tertawalah dengan dengan SEHAT, jadikanlah lambang kebahagiaan itu menjadi inspirasi orang lain untuk bisa berbuat dan mau merubah dan mengharap pada banyak kebaikan tuhan di muka bumi ini…
janganlah menjadikan diri menjadi BUDAK setan yang secara tidak sadar telah banyak meracuni hati dan pikiran kita di rasa bahagia yang kita miliki…berbuatlah dan yakinilah pesan kebahagian itu adalah pesan kekhalifaan kita yang diharapkan bisa memberikan banyak kesejukan pada banyak orang amin..



































